Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Penyakit Cacing Kulit atau CUTANEOUS LARVA MIGRAN “CREEPING ERUPTION”

Gambar
Tgl 24 Maret 2013, bertepatan dengan Hari minggu dimana Perusahaan Kami mengadakan Farewell Party di Pantai Mi**ta, Barelang, Batam,  Acara ini digagas untuk melepas 2 orang ekspatriat Japan yang telah habis masa tugas di Perusahaan kami.

Dihadiri lebih dari 200 Orang Karyawan dan di pantai kami menyewa sebuah aula yang cukup besar dan disekitar aula sebagian Karyawan membakar ikan dengan duduk diatas pasir Sekitar Jam 14.00 wib. Acara bebas sehingga sebagian karyawan mandi dilaut dan duduk-duduk di pasir pinggir pantai.
Invansi Cacing ke Bawah Kulit
Dua Hari kemudian… Beberapa  Karyawan laki-laki menunjukan gejala gatal-gatal dikulit tangan , badan dan Pantat, Punggung, Kulit terlihat ada benjolan seperti digigit nyamuk
ini salah satu yang terkena di Punggung...


Sekelumit Leluhur Bangsa Jawa

Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.

Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma.

Proses Pembuatan Kiswah Kain Penutup Kabah

Gambar
Pada ka’bah kita sering melihat adanya Kiswah (kain/selimut hitam penutup ka’bah). Tujuan dari pemasangan kain itu adalah untuk melindungi dinding ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Selain itu kiswah juga berfungsi sebagai hiasan ka’bah.

Menurut sejarah, Kabah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari

Daerah Angker Peninggalan Perang Dunia ke-II

Gambar
Beberapa tahun yang lalu di Russia terkenal dengan ‘Arkeolog Hitam’ orang-orang yang independen melakukan penggalian di tempat-tempat bekas pertempuran Perang Dunia II dan mencari barang peninggalan berharga ,terkadang dalam pencarian mereka, mereka menemukan fenomena yang sangat aneh.



Aksara Jawa

Gambar
Aksara Jawa, merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Bentuk aksara dan seni pembuatannya pun menjadi suatu peninggalan yang patut untuk dilestarikan. Tak hanya di Jawa, aksara Jawa ini rupanya juga digunakan di daerah Sunda dan Bali, walau memang ada sedikit perbedaan dalam penulisannya. Namun sebenarnya aksara yang digunakan sama saja.

Di bangku Sekolah Dasar, siswa-siswi di Jogja pasti tak asing dengan pelajaran menulis aksara Jawa. Namun tahukah kita bahwa Aksara Jawa yang berjumlah 20 yang terdiri dari Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Ta Nga dinamakan Aksara Legena.

Awas...Kanker Mengintai di Minuman Bersoda

Gambar
Jika Anda ingin membuat pewarna makanan karamel di rumah, Anda cukup melelehkan gula dalam panci. Namun produsen minuman bersoda, melakukan cara yang jauh berbeda. Mereka membuat interaksi gula-amonia dalam tekanan dan suhu yang tinggi. 

Hasilnya? Sebuah warna karamel dengan ''bonus'' tak diinginkan siapapun: zat yang dapat memicu kanker. .


Masalah muncul, kata para ahli, adalah pada zat bernama 4-MI, kontaminan yang ditemukan

Ajaran Seks Dalam Serat Nitimani

Dalam budaya Jawa norma serta aturan dalam melakukan hubungan seksual diturankan oleh orang Jawa melalui ajaran kepada keturunannya baik dalam betuk lisan atau tertulis. Dalam bentuk tertulis ajaran tersebut tertuang dalam karya sastra yang telah ada sejak zaman dulu. Karya-karya sastra yang mengangkat tema asmaragama antara lain :

1. Serat Gatholoco.
2. Serat Damogandhul.
3. Suluk Tambangraras (Serat Centhini).
4. Serat Nitimani.

Dalam budaya Jawa diajarkan bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang baik maka proses awal penciptaan juga harus baik dan dengan restu Tuhan sebagai Sang Maha pencipta. Demikian pula dengan proses hubungan seksual yang tujuan utamanya adalah menghasilkan